Sabtu, 17 Juli 2010

Pengaruh ponsel terhadap remaja

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sebuah teknologi pada hakekatnya dibuat untuk menjadikan hidup manusia menjadi lebih mudah dan nyaman. Adapun kemajuan teknoligi yang semakin canggih pada saat ini menjadikan manusia sebagai pengguna yang bebas, baik itu sacera langsung maupun tidak langsung. Dikarenakan arus globalisasi yang dimana menuntun kita sebagai manusia membutuhkan pertukaran informasi yang lebih cepat dan akurat, maka peranan komunikasipun sangat penting.
Banyak bentuk-bentuk teknologi baru dalam komunikasi yang kita kenal, seperti telepon selular (ponsel), surat elektronik, satelit, mesin faksimili, dan lain-lain. Teknologi komunikasi dalam wujud ponsel merupakan fenomena yang paling unik dan menarik dalam penggunaannya. Ponsel yang mudah dibawa kemana saja kini tidak mengenal usia dan kalangan, bahkan sekarang ini ponsel telah menjadi “teknologi yang merakyat”. Fasilitas-fasilitas yang terdapat didalamnya pun tidak hanya terbatas pada fungsi telepon dan SMS (short messages service) saja. Ponsel dapat digunakan sebagai sarana bisnis, penyimpan berbagai macam data, sarana musik/hiburan, bahkan sebagai alat dokumentasi. Hal ini menjadikan ponsel sebagai salah satu perkembangan komunikasi yang paling actual di Indonesia selama lebih dari lima tahun terakhir (Nurudin, 2005. Ponsel disamping itu juga dapat merubah makna dari “kesendirian”. Kesendirian itu dapat menjadi suatu suasana yang lebih ramai dan hidup. Dengan satu ponsel yang canggih saja, kita dapat mendengarkan musik, bermain games, internet, foto-foto, menonton video, dan lain-lain meskipun kita berada dalam satu ruangan sendirian tanpa ada apapun.
Tetapi dari kebanyakan kelebihan yang ditawarkan dari ponsel, tetapi terdapat juga banyak dampak negatif bermunculan.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan tersebut, maka dapat diketahui bahwa penggunaan media teknologi komunikasi ponsel saat ini dirasakan penting. Penggunaan ponsel sebagai alat komunikasi seharusnya dapat mempererat interaksi sosial remaja dengan lingkungannya. Perumusan masalah yang akan menjadi fokus kajian dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimana penggunaan ponsel pada remaja saat ini?
2. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penggunaan ponsel pada remaja?
3. Bagaimana pengaruh penggunaan ponsel pada remaja terhadap interaksi sosialnya?

C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah yang dikemukakan tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Mengidentifikasi penggunaan ponsel pada remaja saat ini. ( Lingkup kecil Jalan Jeruk )
2. Menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penggunaan ponsel pada remaja. ( Lingkup kecil Jalan Jeruk )
3. Menganalisis pengaruh penggunaan ponsel pada remaja terhadap interaksi sosialnya. ( Lingkup kecil Jalan Jeruk )
D. Manfaat Penelitian
Untuk mengetahui kehidupan interaksi remaja perkotaan pada saat ini, ( Lingkup kecil Jalan Jeruk), menyangkut dengan perkembangan teknologi komunikasi ponsel Serta, memahami pengaruh penggunaan media teknologi komunikasi ponsel terhadap interaksi sosial remaja
E. Teknik Pengumpulan Data
Pengambilan data yang saya lakukan yakni wawancara secara tidak langsung kepada anak s/d remaja yang saya temui di sekitar rumah.
Adapun isi dari makalah ini sebagai penunjang berasal dari buku, yakni informasi teknologi komunikasi serta pengembangan ponsel



BAB II
PEMBAHASAN
A. Teknologi Komunikasi
Menurut Kamus Sosial Edisi baru, istilah Teknologi yaitu: (1) Penerapan ilmu pengetahuan; (2) pola praktek menggunakan semua sumber daya untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu; serta (3) semua ciri untuk mencapai tujuan organisasi. Sedangkan menurut Johannesen (1996) teknologi diartikan sebagai aktivitas budaya yang khas ketika manusia membentuk dan mengubah realitas alami demi tujuan-tujuan praktis. Setiap langkah kemajuan teknologi menyebabkan serangkaian perubahan yang berinteraksi sengan perubahan lainnya yang timbul dari sistem teknologi secara keseluruhan.
Teknologi komunikais pada hakikatnya adalah penyaluran informasi dari satu tempat ke tempat lain melalui perangkat telekomunikasi (kawat, radio atau perangkat elektromagnetik lainnya). Informasi tersebut dapat berbentuk suara (telepon), tulisan dan gambar (telegraf), data (komputer), dan sebagainya. Teknologi komunikasi merupakan teknologi yang cepat berkembang, seiring dengan berkembangnya industri elektronika dan computer. Trend teknologi ini semakin kearah teknologi wireless (tanpa kabel).
Bentuk-bentuk teknologi kominukasi menurut Kadir dan Triwahyuni (2003) mencakup telepon, radio, dan televisi. Bentuk-bentuk teknologi komunikasi ditampilkan dalam tingkat antarpesona, kelompok, organisasional, dan public. Pada tingkat kelompok yaitu konferensi telepon, telekomunikasi computer, dan dan surat elektronik. Pada tingkat organisasional yaitu intercom, konferensi telepon, surat elektronik, manajemen dengan bantuan computer, sistem informasi, dan faksimili. Sedangkan pada tingkat public yaitu televise, radio, film, videotape, videodisk, TV kabel, TV satelit langsung, video dengan teks, teleteks, dan sitem informasi digital.
B. Perkembangan Ponsel
Ponsel atau biasa juga disebut Handphone (telepon genggam atau telepon selular) merupakan telepon yang termasuk dalam sambungan telepon bergerak, dimana yang menghubungkan antar sesama ponsel tersebut adalah gelombang-gelombang radio yang dilewatkan dari pesawat ke BTS (Base Tranceiver Station) dan MSC (Mobile Switching center) yang bertebaran di sepanjang jalur perhubungan kemudian diteruskan ke pesawat yang dipanggil (Gouzali Saydam, 2005).
Ponsel merupakan bentuk yang dianggap paling fenomenal dan juga unik. Dalam pemakaian ponsel, besarnya tagihan bergantung pada lama waktu percakapan serta jarak atau zona jangkau (SLJJ) percakapan yang telah dilakukan dalam percakapan. Terdapat tiga hal penting mengenai biaya yang dikeluarkan bagi pelanggan ponsel, yaitu biaya airtime, biaya bulanan dan biaya pulsa atau pemakaian.
Semakin maraknya penggunaan ponsel saat ini, muncul ide untuk menciptakan kebergantungan pemilik ponsel tersebut pada kartu telepon prabayar (voucher). Perkembangan produk kartu prabayar dalam waktu yang singkat dapat menyaingi penggunaan sistem abonemen (pascabayar). Salah satu yang paling menarik pada prabayar adalah layanan transfer pulsa. Layanan ini menyediakan solusi bagi para pengguna prabayar yang membutuhkan pulsa dalam waktu cepat atau berada dalam keadaan darurat serta kesulitan mencari pulsa isi ulang.
Sekarang ini terdapat beberapa orang yang menggunakan dua ponsel, dimana satu pada umumnya merupakan ponsel CDMA. Kartu-kartu CDMA ini antara lain StarOne, Esia, Felxi, dan Fren. Para pemakai ponsel yang menggunakan kartu prabayar biasanya digolongkan pada konsumen ‘konsumen kelas dua’, sedangkan ‘konsumen kelas satu’ di mata operator penyelenggara ponsel adalah mereka yang menjadi pelanggan tetap jaringan ponsel.
C. Fasilitas pada ponsel
Disamping berfungsi sebagai alat komunikasi yang personal, ponsel juga berpotensi sebagai sarana bisnis yang efektif. Ponsel sangat bervariasi tergantung pada modelnya, yang seiring dengan perkembangan teknologi mempunyai fungsi-fungsi antara lain:
1. Penyimpanan informasi
2. Pembuat daftar pekerjaan atau perencanaan kerja
3. Reminder (pengingat waktu) atau appointment
4. Alat perhitungan (kalkulator)
5. Pengiriman atau penerimaan e-mail
6. Permainan (games)
7. Integrasi ke peralatan lain seperti PDA, MP3
8. Chatting dan Browsing internet
9. Video
Mengenai fitur-fitur lain dalam ponsel terdapat beberapa macam, antara lain: profile, voice mail, called ID, memory, numeric paging, dan text messaging (SMS)/multimedia messaging (MMS), tones, locking/unlocking, call waiting, call forwarding, three-way calling, calling history, one-touch emnergency dialing, dan lain-lain. Diantara sekian banyak fitur tersebut, mungkin yang paling menarik untuk dibahas adalah SMS, MMS dan kamera.
SMS (Short message service) adalah layanan langsung dalam dua arah yang mampu mengirimkan pesan singkat 160 karakter yang bias disimpan dan direkam oleh pengelola ponsel. Selain itu SMS juga dapat digunakan dalam mode cell broadcast guna mengirim berita-berita terbaru dan pemberitahuan penting-penting lain yang bersifat masal. Sedangkan MMS (multimedia message service) disebut juga dengan SMS multimedia, yang bmemiliki daya angkut data yang besar. MMS memberikan layanan pengiriman berbasis teks menuju pesan multimedia (gambar, suara, video) dan dapat juga memberikan layanan berupa gambar diam berupa kartu, peta, kartu nama, layer saver (untuk PC). Fitur lainnya yang saat ini sedang gencarnya ditonjolkan oleh ponsel yaitu kamera, mulai dari jenis kamera opsional atau terpisah hingga kamera yang builtin yang sudah menyatu dengan ponselnya.
Mengenai kecanggihan teknologi, ponsel juga memiliki beberapa keunggulan seperti adanya teknologi Infrared dan Bluetooth. Bluetooth merupakan teknologi nirkabel yang dapat menyambungkan beberapa perangkat melalui gelombang radio berfrekuensi rendah (daya jangkau maksimal 50 meter) tanpa dihubungkan dengan kabel. Sedangkan pada infrared kedua perangkat harus dibuat berhadapan.
scanggih lagi saat ini. Telah dibuat suatu pengembangan yang lebih lanjut, dinamakan MP3 Surround. MP3 Surround atau biasa disebut suara keliling ini pada dasarnya akan memberikan ilusi suara pada pendengarnya seolah-olah berada dalam sebuah lingkungan tertentu. Selain itu, teknologi pada ponsel yang paling terbaru saat ini yaitu menyaksikan televisi melalui layer ponsel. Ponsel seperti ini termasuk dalam ponsel generasi ketiga, atau disebut dengan 3G.
Yang marak pada saat ini yang diminati oleh para remaja umumnya yakni antara lain layanan: Facebook, e-Buddy, Nimbuz, mig 33, Chat Yahoo Messenger, dll.
D. Dampak penggunaan Ponsel
Aspek Sosial
Salah satu hal yang sering terjadi adalah perbuatan seseorang yang membiarkan ponsel miliknya tetap dalam keadaan aktif sehingga mengeluarkan bunyi yang nyaring. Hal ini jelas mengganggu konsentrasi serta mengejutkan orang-orang disekitarnya. Seperti ketika sedang rapat bisnis, dirumah sakit, sedang ditempat-tempat ibadah, dikampus/di sekolah pada saat proses belajar mengajar berlangsung dan lain-lain. Dari hal ini lah, sering terjadi kesalahpahaman dalam pemaknaan komunikasi secara tidak langsung.
Tingkat penggunaan ponsel pada remaja dapat dipengaruhi oleh beberapa karakteristik, antara lain yang berkaitan dengan diri individu (internal) maupun dengan lingkungannya (eksternal)serta, karakteristik eksternal mencakup pengaruh dari teman-teman dekat remaja serta terpaan media massa.
Jenis kelamin diduga dapat mempengaruhi tingkat penggunaan ponsel, karena remaja putri cenderung memiliki gaya hidup dan pola konsumtif yang tinggi dalam melihat setiap perkembangan ponsel yang ada dibandingkan remaja putra. Selain itu, remaja putri juga cenderung sering dan intens berkomunikasi melalui ponsel dengan sesamanya, dimana dalam komunikasi yang berlangsung tersebut biasanya banyak hal-hal yang dibicarakan. Status ekonomi keluarga diduga dapat mempengaruhi tingkat penggunaan ponsel, karena biaya-biaya yang harus disediakan oleh para pengguna ponsel. Semakin tinggi pendapatan orang tua tiap bulannya yang menggambarkan status ekonomi dalam keluarga diduga dapat meningkatkan penggunaan ponsel pada remaja, yang pada akhirnya meningkatkan biaya pengeluaran setiap bulannya.
Pengaruh teman dekat(sahabat) diduga dapat mempengaruhi tingkat penggunaan ponsel, karena pada masa remaja inilah kelompok persahabatan (Genk) atau teman sebaya merupakan lingkungan sosial yang memegang peranan penting dalam sosialisasi remaja. Hal tersebut menyebabkan remaja dalam menggunakan ponselnya akan melihat dan bergantung pada lingkungan teman sebayanya. Terpaan media massa diduga dapat mempengaruhi tingkat penggunaan ponsel, karena melalui media massa (cetak maupun elektronik) tersebut remaja memperoleh berbagai informasi mengenai perkembangan ponsel.
Tingkat penggunaan ponsel pada remaja dapat dilihat melalui empat hal, yaitu frekuensi penggunaan, pemanfaatan fasilitas, tingkat biaya pengeluaran, dan pihak yang diajak berkomunikasi. Selanjutnya tingkat penggunaan teknologi komunikasi ponsel tersebut sebagai pengaruh dari luar masyarakat diduga dapat mempengaruhi interaksi sosial pada remaja tersebut. Penggunaan ponsel sebagai alat komunikasi seharusnya dapat meningkatkan interaksi sosial remaja dengan lingkungannya. Tetapi diduga justru dapat menurunkan interaksi tatap muka antara remaja dengan lingkungan sosialnya, yang terdiri dari lingkungan keluarga dan lingkungan persahabatan (teman sebaya).
Lingkup dari Keluarga:

Diketahui Keluarga merupakan lingkungan pertama yang memberikan pengaruh terhadap berbagai aspek perkembangan anak, termasuk perkembangan sosialnya. Kondisi dan tata cara kehidupan keluarga merupakan lingkungan yang sering bagi sosialisasi anak. Di dalam keluarga berlaku norma-norma kehidupan keluarga, dan dengan demikian pada dasarnya keluarga merekayasa perilaku kehidupan budaya anak.
Proses pendidikan yang bertujuan mengembangkan kepribadian anak lebih banyak ditentukan oleh keluarga. Pola pergaulan dan bagaimana norma dalam menempatkan diri terhadap lingkungan yang lebih luas ditetapkan dan diarahkan oleh keluarga.
Di sini, dampak negatif lebih spesifik pada pengaruh minat remaja terhadap pelajaran, dan tidak menutup kemungkinan akan berdampak bagi semua kalangan. Selama ponsel diberikan kepada mereka, otomatis para orang tua berniat baik untuk memberikan ponsel tersebut, yakni untuk memantau keberadaan anaknya, atau ada orang tua yang kasihan kepada anaknya karena orang tua berpikir apa salahnya memberikan sedikit hiburan kepada anak. Ketika memutuskan untuk memberikan handphone kepada anak, alangkah baiknya orang tua juga mengawasi dan mengarahkan anak agar anak tidak lepas kontrol dalam menggunakan handphone. Tidak ada salahnya sewaktu-waktu kita memeriksa handphone anask untuk mengetahui isi yang ada di dalamnya dengan meminta ijin anak terlebih dahulu. Karena dengan meminta ijin, anak akan merasa dihargai dan itu memberikan pengaruh yang besar terhadap pribadinya dan juga membentuk kesan positif dalam diri mereka tentang pribadi kita sebagai orang tua.
Ketika kita dapati mungkin ada sesuatu yang tidak kita inginkan di handphone anak, jangan langsung bersikap menghakimi dan menghukum layaknya seorang polisi, akan tetapi alangkah baiknya kita tanyakan kepada anak darimana dia mendapat video itu dan untuk apa dia menyimpannya. Apapun jawaban anak, orang tua tidak boleh bersikap menghakimi dan menyalahkan anak, apalagi memarahi anak dan berlaku ringan tangan. Akan tetapi kita ajak anak berdiskusi/sharing mengenai hal tersebut, apa hal itu bermanfaat dan apa dampaknya bagi anak, dan jangan lupa, ketika berdiskusi, kita juga harus mendengarkan pendapat anak dan memberikan pengarahan yang tepat. Karena apapun alasannya, kekerasan tidak menyelesaikan masalah, sekali kita berlaku kasar apalagi main tangan terhadap anak kita, sesungguhnya kita telah menorehkan luka dihatinya, yang sampai kapanpun luka itu tidak akan pernah sembuh dan akan terus membekas di sanubarinya.
Sebagai orang tua, seharusnya mengerti kondisi kejiwaan anak, terutama pada anak seusia remaja. Pada masa ini anak telah mulai mencari-cari siapa dirinya sebenarnya, berusaha untuk menemukan kelompok atau teman-teman yang mau mengakui kemampuan dan menghargai dirinya dan telah mulai memiliki minat terhadap lawan jenis. Masa remaja adalah masa pencarian jati diri, dan bisa saja dalam proses pencarian jati diri itu remaja tersebut melalui jalan yang benar atau jalan yang salah.
Pada hakikatnya, kemajuan teknologi dan pengaruhnya dalam kehidupan adalah hal yang tak dapat kita hindari. Akan tetapi, kita dapat melakukan tindakan yang bijaksana terhadap diri kita sendiri, keluarga dan juga masyarakat luas agar kemajuan teknologi yang semakin dahsyat ini tidak sampai menggeser jati diri kita sebagai manusia yang memiliki norma dan juga nilai-nilai pekerti yang luhur. Bagaimanapun, sebagai anggota masyarakat, dan terutama sebagai orang tua, kita harus melakukan suatu tindakan representative dan preventif, agar semaksimal mungkin dapat
mencegah pengaruh negatif teknologi terhadap anak khususnya kaum remaja yang merupakan generasi emas yang akan menjadi penerus perjuangan kita membentuk bangsa yang berakhlak dan berbudaya di masa yang akan datang.
Adapun orang tua yang gelisah dengan perkembangan penggunaan fasilitas dari ponsel yakni ketakutan yang dapat menjerumuskan anak-anak mereka. ketakutan para orang tua ini berdasarkan fenomena yang sedang marak terjadi di pulau jawa, banyak anak remaja yang nekat lari dari rumah yang dimana pada dasarnya anak remaja mereka bertemu dilayanan dunia maya melalui ponsel mereka. Serta germo-germo yang memperjual belikan anak remaja untuk dijadikan PSK (Pekerja Sex Komersial), para pengguna dunia maya dapat mengakses dengan mudah remaja/wanita yang diinginkan.









BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Diduga remaja memiliki tingkat penggunaan ponsel yang cenderung tinggi.
2. Diduga penggunaan ponsel pada remaja mempengaruhi interaksi social remaja.
3. Diduga dengan maraknya fasilitas-fasilitas dunia maya pada pengguna ponsel membuat kekhawatiran para Orang tua pada anak remaja mereka.

B. Saran

Kita para remaja sepatutnya mulai pandai dalam memilah-milah fasilitas teknologi serta fungsi teknologi khususnya pada layanan ponsel. Dalam hal ini, kita dituntut menggunakan fasilitas komunikasi dengan kegunaanya. Adapun, kita harus tetap berhati-hati dalam segala hal-hal yang dapat menjerumuskan kita(khususnya para remaja).



















DAFTAR PUSTAKA

Saydam, Gouzali. Teknologi telekomunikasi, perkembangan dan Aplikasi. Bandung: Alfabeta, 2005.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mengenai Saya

Foto Saya
Mamuju, Sulawesi Barat, Indonesia